Senin, 04 Februari 2013

Nike Astrina... Sebuah nama sebuah cerita...

Nike Astrina atau yang lebih kita kenal sebagai Nike Ardilla adalah sosok yang sangat fenomenal dalam industri hiburan di Indonesia. Mengawali karir keartisannya pada 1986-1987, Nike yang bernama asli Rr. Nike Ratnadilla ini ditemukan oleh Denny Sabri, seorang pencari bakat yang mengantarkan banyak nama populer ke puncak ketenarannya, seperti Dian Piesesha, Meriam Bellina, Nicky Astria, Lady Avisha, Cut Irna dll..
Pada awal karirnya Nike langsung dibawa kepada Judhi Kristiantho, produser JK Records yang sangat sukses saat itu. Pada pertengahan 80an setiap kaset produksi label ini paling sedikit laku diatas 150.000 copy. Pak Judhi pun langsung tertarik dengan bakat Nike yang saat itu masih berusia sangat belia 12 tahun, kebetulan saat itu JK Records sedang berkerjasama dengan Gudang Garam akan mengadakan tur di beberapa kota-kota besar seluruh pulau Jawa, jadilah Nike di ikut sertakan dalam tur tersebut bersama artis-artis Jeka seperti Meriam Bellina dkk. Seperti artis Jeka yg lain, Nike pun langsung diberikan nama populer Nike Astrina, nama ini diberikan dengan tujuan bahwa Nike akan menyaingi Nicky Astria lady rocker No. 1 saat itu dan karena kebetulan Nicky adalah idolanya, Nike pun tak keberatan memakai nama tersebut. Dalam tur itu, Nike Astrina langsung diperkenalkan sebagai The Next Bidadari Jeka.
Setelah tur Gudang Garam itu, tanpa menunggu lama Nike langsung rekaman untuk satu album, proyek rekaman yang tadinya dipersiapkan untuk album kedua Anna Cisca (photo model yang sempat rekaman 1 album "Jawablah Rinduku"), karena Anna lepas kontrak dari Jeka, akhirnya vocal yang sudah terlanjur diisi Anna pun digantikan oleh Nike. Seperti album Anna sebelumnya, musik dalam album ini di arransment oleh Bartje Van Houten (musisi yang juga anggota band legendaris D'lloyd, beliau sempat menciptakan banyak lagu yang sangat populer diantaranya: "Satu Dalam Nada Cinta" Vina Panduwinata dan "Oh Tak Mungkin" D'lloyd), selain Bartje banyak pencipta lagu yang ikut menyumbangkan lagunya dalam album perdana Nike ini, diantaranya Erns F. Mangalo yang lagunya "Pijar" sempat populer dinyanyikan oleh Nicky Astria pada Festival Lagu Populer Indonesia 1987. Sebagai seorang penyanyi baru, sepertinya produser masih mencari genre musik yang sesuai dengan vocal Nike, makanya kedua belas lagu yang mengisi album inipun berbeda-beda genrenya, dari yang pop mellow ala Jeka sampai genre slow rock yang mempopulerkan nama Nike hingga saat ini.
Sayangnya, dengan alasan Nike masih sangat belia dan lagu-lagunya tidak cocok dengan usianya saat itu, akhirnya album ini ditunda peredarannya. Karena penundaan dan karena Nike tidak ingin kariernya ikutan tertunda terlalu lama, akhirnya diapun menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman lain, masih menggunakan nama Nike Astrina, pada 1988 dan 1989, Nike merilis album kompilasi Bandung Rock Power dan OST Gadis Foto Model film yang juga ikut dibintanginya bareng Cut Irna, sahabat dan seniornya dalam managemen artis yang sama. Setelah kedua album tersebut, Nike pun mengganti namanya menjadi Nike AR (singkatan dari Astrina dan Ratnadilla), tapi pengunaan nama inipun tidak terlalu lama, pada awal 90an saat Ariesta dan merilis album pertamanya "Seberkas Sinar", nama Nike AR pun berubah menjadi Nike AR,Dilla, nama yang mempopulerkan beliau hingga akhir hayatnya...
Bagaimana dengan nasib album pertama Nike di Jeka? Master dari album ini tetap tersimpan dan tidak pernah beredar, bahkan ketika Nike Ardilla meninggal dan produser lain berlomba memanfaatkan moment itu untuk keuntungan. Tetapi Jeka Records hanya menyimpannya dan tidak ingin memanfaatkan momen kedukaan keluarga almarhumah dan semua fansnya...
Hingga saat ini, karena desakan sejumlah fans dalam http://www.facebook.com/JK4NikeArdilla akhirnya JK Records yang diwakili oleh Leonard Kristianto bersedia merilis album ini, dengan syarat pembeli harus melakukan pre order sampai mencapai kuota 3000 CD, hingga saat ini beberapa fans senior Nike Ardilla yang tergabung dalam NAFC, masih sibuk mengumpulkan data untuk pre order album tersebut, karena pre order yg dibuka pada tanggal 25 Januari 2013 ini belum mencapai target yang diinginkan... Semoga perjuangan mereka untuk idolanya akan segera berakhir dengan rilisnya album "Hanya Kamu" yang rencananya hanya akan dijual pada media sosial seperti Facebook dan Twitter.. Mau berpartisipasi? Silahkan kirim data anda yang berisi: Nama, Alamat, No. Telp & Email via inbox ke halaman tersebut diatas... Jadilah salah satu dari pecinta musik Indonesia yang ikut membantu mewujudkan hal ini, buat kita semua, buat musik Indonesia...