Jumat, 05 Februari 2010

Minati Atmanagara

Minati Atmanagara

Lahir di Berlin Barat, Jerman, 2 Maret 1959 umur 50 tahun adalah seorang pemain film dan bintang sinetron berkebangsaan Indonesia. Minati merupakan kakak dari aktris Chintami Atmanagara.


Karir
Minati mulai berkarir sejak tahun 1980-an, tercatat telah lebih dari 10 film yang dibintanginya antara lain, "Lebak membara (1983)", Lara jonggrang (1983), "Hati yang perawan" (1984), dan "Apa Arti Cinta" (2005). Selain layar lebar, Minati juga terjun ke akting untuk layar kaca. Sinetron yang dibintanginya antara lain "Matahari Cinta", "Perawan Desa", dan "Cintailah Aku Gadis".
Selain sibuk syuting, Minati juga masih sempat mengurusi 4 studio senam miliknya. Minati memang menggemari senam, bahkan dialah yagn mempopulerkan Senam Body Language. Body Language merupakan gabungan dari beberapa jenis senam yang sudah ada, antara lain senam pembentukan, senam nafas, dasar jazz, dan ballet. Pemilik tinggi 166 cm dan berat badan 58 kg ini juga aktif dalam kampanye Osteoporosis.

Kehidupan Pribadi
Minati menikah dengan Alexander Felder, seorang pengusaha. Pernikahan mereka membuahkan 2 orang anak, Cakra Crisandi Felder dan Cantika Ramona Felder. Kini Cantika mengikuti jejak ibu dan tantenya berkarir di dunia hiburan. Sebagai langkah pertama, Cantika membintangi sebuah video klip.

Minati & Lux
Pertama kali dikontrak Lux pada 1984, Minati yang mulai menanjak karirnya belum begitu dikenal pada saat itu, justru sang adik Chintami Atmanagara yang lebih dikenal, mungkin karena sang adik berkarier di dua bidang sekaligus dan dua-duanya lumayan berhasil. Tetapi nama Minati tidak bisa di abaikan begitu saja, terbukti sosoknya yang cantik dan dewasa lebih menarik perhatian Lux.

Sebagian dari tulisan diatas diambil dari http://id.wikipedia.org/

Kamis, 04 Februari 2010

Marini

Marini
Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno, sekarang dikenal sebagai Marini Burhan Abdullah (lahir di Malang, 2 November 1947; umur 62 tahun) adalah seorang penyanyi yang telah tampil di panggung dan layar TV sejak tahun 1960-an dan telah merekam puluhan album, baik yang direkam di Indonesia maupun di luar negeri yang direkam di Polydor, Philips, EMI di Singapura, Tokyo, dan Kualalumpur.

Karir
Marini dan Sandra Sanger merupakan penyanyi andalan The Steps ditahun 1970-an, mereka lebih dari 8 tahun melanglang kota-kota besar Asia, Singapore, Kuala Lumpur, Tokyo dan Hongkong. Marini sebagai pemeran wanita (film) Indonesia yang terkenal pada film-film era 1975-an, pernah terpilih sebagai The Best Actress (Pemeran Wanita Terbaik) pada Festival Fim Asia (FFA Awards) di Seoul, Korea. Sampai saat ini Marini masih sering tampil menyanyi bersama Band The Steps. Bulan Agustus 2008 Marini & The Steps melakukan Konser di Sultan Hotel (dahulu Hilton Hotel) Jakarta. Juga sampai saat ini Marini masih aktif tampil sebagai pemeran film sinetron terutama yang bertemakan religi dilayar kaca, dan tampil lagi dilayar lebar pada film Ayat-Ayat Cinta yang mencapai rekor jumlah sementara tertinggi di Indonesia, ditonton lebih dari 3,9 juta penonton.

Kehidupan Pribadi

Marini adalah anak ke-dua dari pasangan Soetarjo Soerjosoemarno (Mayjen TNI/Alm.), keluarga kesultanan Keraton Mangkunegaran Solo, dan Dolly Zegerius, gadis Belanda keturunan Yahudi yang dinikahi pada tahun 1943 saat Soetarjo studi di Technische Universiteit Delft, Nederland.

Salah satu adik kandungnya adalah Japto Soerjosoemarno yang sampai kini menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila dan juga Ketua Umum Partai Patriot (dahulu Partai Patriot Pancasila). Dari perkawinannya terdahulu Marini memperoleh dua putra dan seorang putri yaitu Parama Pandu Suwastomo (pernah menjadi Ass Director Robert Wilson menampilkan sebuah Theater Cerita Sastra Sulawesi Selatan "I Laga Ligo",keliling dunia yaitu: Singapore, Belanda, Perancis,Spanyol, Amerika dan Australia); Puteri kedua, Shelomita Sulistiany(lahir 26 Nov.1974)seorang penyanyi Indonesia menikah dengan Arya Fajar Faizal Diah (lahir 12 Des.1974)dikaruniai empat orang anak :

  • Arya Fattah Mohammad Diah (18/08/2001)
  • Shanata Sakinah (15/06/2003)
  • Shakira Shakviya Efrona Diah (01/09/2005)
  • Shaffanah Racitra Shalmiya.

Putera ketiga, Reuben Elishama (18/09/1978), seorang aktor pemeran film & Sinetron Indonesia juga penyanyi group band CHANNEL, dari perkawinannya yang pertama memperoleh seorang putri bernama Taj Belleza Izdihar Elishama.

Setelah menikah dengan Burhan Abdullah, namanya dikenal sebagi Marini Burhan Abdullah. Mereka berdua sekarang lebih banyak menyalurkan kegiatannya di bidang pendidikan dan sosial, diantaranya Sekolah Taman kanak-Kanak bagi anak-anak yg orang tuanya tidak mampu dan TPA & Panti Asuhan. Marini bersama beberapa artis pemeran dan penyanyi senior Nenny Triana, Diah Iskandar, Jelly Tobing, Eddy Susilo, Neneng Salmiah SH, Dodot,SH,Dian Pisesha, Merry dan masih banyak lagi, telah membentuk organisasi Solidaritas Artis Indonesia (STARINA). Organisasi STARINA merupakan wadah kerjasama dan kegiatan sosial bagi Artis pemeran dan penyanyi Indonesia yang telah memasuki lansia.

Sejak 2004, Marini telah ikut aktif dibidang politik sebagai fungsionaris dan Caleg Partai Patriot Pancasila (sekarang Partai Patriot). Marini juga disamping aktif sebagai Srikandi Pemuda Pancasila, kini bersama beberapa teman-teman, mendirikan Japto Soerjosoemarno Center (JSC), sebagai lembaga kajian Kebangkitan Semangat Kebangsaan dalam mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI.


Marini dan LUX
Image ibu yang masih awet cantik ini lumayan melekat pada Lux, sejak membintangi iklan Lux pada awal 80an wajah ayunya sudah dua kali menghias iklan Lux yang terbit dalam 4 versi. Beliau juga termasuk salah satu bintang Lux Indonesia yang sempat membintangi iklan versi TVC. Sebab setelah itu TVRI yang satu-satunya stasiun TV di indonesia dilarang untuk menayangkan iklan.


Diambil dari http://id.wikipedia.org/

Widyawati

Widyawati (lahir 12 Juli 1950; umur 59 tahun) adalah artis Indonesia yang berjaya sejak dekade 1970-an dan 1980-an & beragama Islam. Namanya mulai melambung saat bermain sebagai Yuli dalam Pengantin Remaja bersama Romi yang diperankan Sophan Sophiaan.

Beliau dikontrak sebagai bintang iklan Lux sejak 1976, sebagai salah satu bintang yang lumayan lama membintangi iklan sabun kecantikan ini. Image ibu yang masih awet cantik ini masih melekat pada Lux, sulit sekali mengingatnya tanpa embel-embel Lux.

Dunia film tak hanya membesarkan namanya, seperti dengan diraihnya Piala Citra 1987 untuk kategori Aktris Terbaik dalam film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat. Dunia film juga yang mempertemukan Widyawati dengan sang suami, aktor dan sutradara yang tidak asing lagi namanya, Sophan Sophiaan. Widyawati-Sophan menikah pada tanggal 9 Juli 1972, di Masjid Al-Azhar.

Bermain film sejak usia belasan tahun, hingga sekarang, Widyawati masih menunjukkan eksistensinya. Pada tahun 2008, Widyawati bersama suaminya, Sophan Sophiaan akan membintangi film berjudul Love, sebuah film yang mengangkat tema cinta dari berbagai karakter dengan beragam latar belakang.

Selain sebagai aktris, beliau ternyata juga salah satu penyanyi handal, bahkan ternyata karirnya dimulai dari bidang tarik suara bersama kedua saudarinya dalam Trio Visca. Saat ini sudah beberapa album yang telah dihasilkanya termasuk "Saat Aku Sendiri" Cipt. Pance pada 1985 dan "Nostagi Widyawati" yang merilis kembali lagu-lagu lama termasuk Kemuning Cipt. A. Riyanto pada awal 2000...

Diambil dari http://id.wikipedia.org/

Rima Melati

Tidak banyak yang tahu kalau Rima Melati adalah salah satu bintang Lux pada akhir 60an, maklum saja sebab saat itu media masih sangat terbatas, dan belum ada yang begitu perhatian pada produk sabun kecantikan yang kini iklannya selalu dibintangi oleh bintang papan atas dan nama Rima Melati pada zamannya termasuk bintang dan pragawati papan atas.

Marjolien Tambajong atau Lientje Tambajong atau lebih dikenal dengan nama Rima Melati (lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 22 Agustus 1939; umur 70 tahun) adalah seorang aktris senior, penyanyi, sutradara dan juga mantan peragawati Indonesia. Ibunya Non Kawilarang adalah seorang perancang dan perintis dunia mode Indonesia. Suaminya yang sekarang adalah suami kedua yaitu Frans Tumbuan, salah satu aktor senior Indonesia dan mereka menikah pada tanggal 23 Desember 1973.

Ketika di bangku SD Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Rima pernah satu kelas dengan mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid.[1]

Selain itu ia pernah menjadi personel grup penyanyi wanita terkemuka di Indonesia pada tahun 1960-an, Baby Dolls, yang terdiri atas Rima Melati, Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Indriati Iskak.

Rima pernah meraih Piala Citra juga pada Festival Film Indonesia tahun 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama. Pada kesempatan lain Rima pernah juga dinominasikan untuk penghargaan Pemeran Pembantu Wanita terbaik di beberapa Festival Film Indonesia yaitu dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta, (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989). Selain itu Pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50, Rima Melati meraih penghargaan Aktris Pemeran Pembantu Terbaik dalam film Ungu Violet.

Saat ini Rima masih aktif juga sebagai aktris sinetron. Beberapa diantaranya adalah Wulan - RCTI, Kabut Sutera Ungu - Indosiar, Nyonya Nyonya Sosialita/Laba-Laba Cinta - Indosiar dan Candy - RCTI. Selain itu Rima juga dikenal sebagai sutradara televisi yang salah satu karyanya adalah Api Cinta Antonio Blanco.

Ihwal nama Rima Melati adalah pemberian Bung Karno. Sekitar awal 1960-an Bung Karno suka mengganti nama orang yang dikenalnya, yang dirasa kebarat-baratan. Nama asli Rima, Marjolien Tambajong, dengan panggilan Lientje, memang pernah dikatakan kebarat-baratan oleh Bung Karno.

Pada saat itu Marjolien yang sedang mengandung anak kedua, ingin memberi nama Rima kepada si anak jika perempuan. Ia diilhami tokoh Rima the Bad Girl dalam film Green Mansions (1959) yang diperani Audrey Hepburn. Sayang, janin itu meninggal sebelum dilahirkan. Lientje yang terpukul, menceritakan peristiwa itu kepada Bung Karno, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengambil alih nama Rima, dikombinasi dengan "Melati".

Rima Melati, yang kini aktif di Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau (YITT), pernah mendapat penghargaan dari WHO berupa 'Award No Tobaco Day' karena usahanya dalam kampanye antirokok. Menurut Kepala Perwakilan WHO di Indonesia, George Petterson, Rima terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia dari 10 warga dunia yang pada tahun 2006 mendapat piala penghargaan dari WHO. Rima Melati mulai merokok pada umur 16 tahun karena pengaruh lingkungan dan tontonan. Rima berhenti merokok pada 1989 setelah kerak tar dan nikotin dalam tubuhnya menimbulkan kanker pada usus dan payudara.

Diambil dari http://id.wikipedia.org/

Ket: Gambar diatas bukan iklan Lux yang sesungguhnya dan hanya rekayasa. Iklan tersebut diambil dan diedit dari iklan parfum dari Viva.

Rabu, 03 Februari 2010

Lux By Me

Ini adalah beberapa iklan Lux hasil rekayasa buatan aku... Hmm ga bisa komentar sih, nanti jadi narsis n muji2 diri sendiri :)
Sebetulnya ga ada niat apa2, aku buat iklan2 ini karena ingin lihat iklan yang lain dari iklan yang sudah ada dan karena susah dapat iklan dari beberapa bintang internasional seperti Shu Qi, Brigitte Bardot dll.

Lux France

Lux, produk sabun kecantikan legendaris yang berasal dari Prancis ini memang sudah terkenal di seluruh dunia. Tidak terkecuali di negeri asalnya. Seperti negara lainnya yang selalu memasang bintang nomor satu dan terpopuler pada masanya. Seperti: Gene Tierney 1953, Marilyn Monroe 1954, Jane Fonda 1965/1966, Ursula Andress 1965/1966, Catherine Deneuve 1966, Mylene Demongeot 1966 dan Marie Jose-Nat 1966. Layout dan setting iklan Lux Prancis pada tahun 1966 hampir seragam, hanya bintang dan isi tulisannya saja yang berbeda, selain mereka masih ada Chantal Goya 1966, Mireille Mathieu 1966 dll.






Senin, 12 Januari 2009

Bintang Lux




Ngomongin hal satu ini kayanya tidak bakal ada habisnya. Soalnya tiap tahun bintang Lux datang dan pergi. Ada yang disuka ada yang tidak. Baru-baru ini Luna Maya sampai nulis di blog pribadinya gara-gara ada beberapa orang yang buat blog dan nulis yang tidak enak soal pantas tidaknya Luna Maya jadi bintang Lux. Rasanya ada yang aneh dari orang-orang itu dan terkesan nyinyir. Soal pantas tidaknya, sepertinya pihak Unilever/Lux punya kriteria tersendiri untuk memilih bintang iklannya. Kalau sang bintang terpilih pasti dia punya kriteria khusus yang tidak dimiliki bintang-bintang lain. Masih lekat dalam ingatan kita pada akhir tahun 1999 media ramai membahas soal Gemerlap Bintang Lux. Saat itu Bella Saphira, Cornelia Agatha, Cut Keke, Dian Nitami, Feby Febiola, Vonny Cornellya dan Wanda Hamidah masuk nominasi untuk jadi salah satu bintangnya. Lalu media ramai-ramai membahas masalah ini, menulis tentang siapa yang paling pantas jadi pemenangnya. Dan seperti yang ramai diprediksi media, Bella Saphira tampil sebagai Bintang Lux 2000. Saat itu dia memang pantas jadi pemenang, karirnya sedang menanjak, sinetron yang dibintanginya Dewi Fortuna sedang disukai masyarakat. Jadi sah saja kalau dia akhirnya terpilih. Sepertinya kerjasama saling menguntungkan terjadi juga disini. Dengan terpilih menjadi bintang Lux, karier Bella yang baru terangkat setelah Dewi Fortuna semakin berkibar. Puncaknya Bella terpilih sebagai Aktris Sinetron Terfavorit dalam ajang Panasonic Award. Ajang kepopuleran yang jadi barometer saat itu. Sedang Lux jelas saja jadi semakin bergengsi dengan mengontrak bintang nomor satu saat itu. Tetapi ternyata kerjasama yang manis hanya sampai disitu saja. Bella terkesan tidak bisa jaga image Lux dengan tidak selektif memilih iklan mana yang harus dibintangi. Selain Lux, iklan lainnya terkesan murah. Ini yang jadi pertimbangan Lux untuk tidak meneruskan kontrak iklan. Konon untuk Bintang sekaliber Bella, kontrak iklan Lux ini adalah kontrak tersingkat. Ternyata hal ini tidak sampai disitu saja, karena pihak Lux lalai mencopot wajah ayu Bella dari sebuah billboard, akhirnya Bella menuntut Lux untuk membayar kerugian... So sad...
Setelah Bella masuk Dian Nitami dan Feby Febiola, dua nama adalah nominator lain pada pemilihan tersebut. Sebelum ini Dian ternyata sudah beberapa kali dinominasikan dan hampir terpilih, iklan Lux ungu yang dibintangi Vira tadinya ditujukan buat presenter Video Musik Indonesia ini. Tetapi karena pada saat yang ditentukan Dian terserang DBD, akhirnya kontrak itu jatuh kepada Vira. Sedang Feby, peran antagonis di dua sinetron yang melambungkan namanya Tarsayang & Tersanjung ternyata tidak berefek buruk, terbukti hal itu tidak membuat pihak Lux mengurungkan niat untuk mempersunting si Sexy ini jadi bintangnya... Kedua bidadari ini ternyata lumayan lama dikontrak Lux, Dian 2 tahun dan Feby 5 tahun. Dian mengundurkan diri karena saat itu sedang vakum dari dunia keartisan dan sedang sibuk dengan keluarga, akhirnya presenter musik terfavorit Panasonic Award ini digantikan oleh model yang baru menanjak namanya Mariana Renata. Ternyata pilihan Lux tidak salah, Seperti yang terjadi dengan Tamara Bleszynski, Lux dan Mariana saling mendukung, karier Mar menanjak perlahan seiring dengan kontraknya dengan Lux, anda masih ingat iklan Lux pertama Mariana? Saat itu yang ditonjolkan kebintangannya adalah Tamara Bleszynski. Mariana ditampilkan sebagai orang biasa yang ingin berpenampilan cantik ala bintang Lux, seperti Tamara. Demi untuk mendongkrak kepopuleran Mar, Lux bahkan bersedia mensponsori film pertama Mar, Janji Joni. Sang pemeran utama Nicolas Saputra bahkan didapuk jadi bintang Lux pria kedua setelah Teuku Rafly Pasha, mendampingi Mar. Sungguh kerjasama yang indah... Sebelumnya masuk Idola baru yang ngetop dengan Ada Apa Denga Cinta? Dian Sastrowardoyo, kehadiran si mungil cantik ini menambah indahnya jajaran bintang Lux saat itu, sampai sekarang tidak ada masalah dengan Dian Sastro yang dikontrak sebelum Dian Nitami keluar. Mungkin karena Dian cukup selektif dalam memilih peran dan idealis. Soal Mar, akhirnya entah karena alasan apa, Mar keluar, dengar-dengar karena alasan studynya diluar negeri. Tepat sebelum Mar resign, masuk Luna Maya menggantikan Feby Febiola. Aktris cantik bermata indah ini masuk pada 2006, berbarengan dengan kampanye Beauty Gives You Superpower! Lux sampai mengeluarkan kemasan khusus demi untuk kampanye tersebut, ke empat bidadari didandani ala super hero dan tampil pada tiap kemasan. Karier Luna yang sedang menanjak rupanya membuat para produsen ramai ingin meminangnya sebagai bintang iklan atau duta produknya, tak kurang dari Toshiba, XL, Zestea dan sabun cuci Bukrim sukses meminangnya. Ternyata hal ini membuat Luna jadi kerap menyambangi pemirsa dirumah. Itu belum termasuk berbagai acara televisi seperti Dashyat RCTI & Extravaganza Trans juga film dan sinetronnya yang sedang diputar. Itu mungkin yang membuat sebagian fans Lux protes. Tapi sebetulnya kalau mereka sadar, saat ini kadar kebintangan seseorang di Indonesia cepat sekali pudar. Tahun ini ngetop bisa aja besok tidak lagi. Jadi kenapa tidak dimanfaatkan saja tawaran yang datang? Sah saja khan? Selama tidak melanggar kontrak...